Contoh Berbagai Format Surat Paling Komplet Sepanjang Masa Baik Itu Surat Undangan Surat Formal Maupun Surat Non Formal Bisa Anda Dapatkan Disini

Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO Later

Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO LaterSurat merupakan salah satu hal yang dibutuhkan oleh banyak orang baik itu Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO Later perorangan maupun instalasi formal. Dan keberadaanya sangat menunjang kebutuhaan yang bersifat administratif formal maupun non formal. Tidak heran jika banyak orang yang membutuhkan Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO Later untuk contoh format surat dalam kegiatanya. Karena tidak sedikit juga lho para bro sis yang belum tahu dalam pembuatan format surat tersebut. Untuk itu kami memberikan contoh dan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam pembutan surat tersebut. Dan jika memang pas anda bisa mempraktekkannya. Dan format yang kami berikan banyak variasinya tergantung dari yang anda inginkan dan sesuaikan saja ya. Dan perlu untuk diketahui ini hanya sebuah ilustrasi atau contoh semata. Sangat cocok untuk bahan pembelajaran bagi kita semua.

    Seperti yang anda lihat pada judul di atas yaitu contoh cara membuat proposal usaha / kewirausahaan bag.2 yang artinya artikel ini adalah lanjutan dari contoh proposal kewirausahaan bagian pertama dan bagi anda yang belum sempat membaca contoh proposal usaha bagian pertama silahkan anda lihat di contoh proposal dimana di bagian pertama tersebut telah diulas hanya sampai pada BAB.2 (Aspek Produksi) dan sekarang kita lanjut ke BAB berikutnya yaitu aspek pemasaran, aspek modal dan penutup proposal

    Contoh Proposal Kewirausahaan


    Aspek Pemasaran

    a. Lokasi Pasar

    Lokasi pasar sendiri tebilang sangat strategis. Saya memilih sebuah ruko yang berada di sebelah jalan raya dan alun-alun, sehingga hampir setiap saat ramai orang, terutama pada saat hari minggu dan liburan. Selain itu di alun-alun juga terdapat berbagai  event besar seperti kampanye, dangdut, jalan sehat, dll. Tentunya hal ini memudahkan saya dalam pemasaran dan penjualan

    b. Segmen Pasar

    Kebanyakan pembeli yang datang adalah anak muda, para wisatawan, dan orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak sendiri kebanyakan membeli di warung dengan porsi yang lebih murah dan terjangkau. Apalagi pada saat hari minggu dan event besar, banyak orang yang berkumpul dan berekreasi di alun-alun sehingga secaraa otomatis akan membeli oleh-oleh sebagai buah tangan untuk keluarga mereka

    c. Kondisi Pasar

    Sebenarnya usaha saya cukup banyak memiliki pesaing. Pembuatan sale yang termasuk sederhana menjadikan banyak orang yang berlomba untuk memproduksi dan menjualnya. Tetapi, saya berusaha memakai beberapa strategi agar produk saya tidak kalah dengan produsen lain. Berikut ini strateginya:
    • Memberi pelayanan yang baik dan ramah
    • Tidak mempalsukan produk
    • Harga berimbang
    • Diskon Harga untuk pembelian yang banyak
    • Variasi produk : sale aneka rasa
    • Promosi
    • Tidak mempalsukan nilai timbangan

    d. Baruan Pemasaran

    Harga

    Berikut ini harga yang saya tetapkan untuk produk saya :

    1. Kemasan plastik
    • Sale original harga RP.400,-
    • Sale original harga Rp.900,-
    • Sale 250 gram original harga Rp.6.000,-
    • Sale 500 gram original harga Rp.12.000,-
    • Sale aneka rasa harga Rp.1.800,-
    • Sale 250 gram aneka rasa rasa Rp.10.000,-
    • Sale 500 gram aneka rasa rasa Rp.20.000,-
    2. Kemasan kardus
    • Sale 400 gram original harga Rp.10.000,-
    • Sale 400 gram aneka rasa rasa Rp.17.000,-
    3. Kemasan Spesial
    • Sale 200 gram original harga Rp.5.500,-
    • Sale 400 gram original harga Rp.11.000,-
    • Sale 200 gram aneka rasa rasa Rp.9.000,-
    • Sale 400 gram aneka rasa rasa Rp.13.000,-

    Distribusi

    Dalam pendistribusian produk, saya mendistribusikan langsung produk saya kepada penjual. Contohnya saya mendistribusikan sale saya kepada penjual di kantin sekolah, warung kopi, warung sembako, toko kelontong, dll. Pendistribusian ini terutama berfokus pada sale original harga Rp.500,- , sale original harga Rp.1.000,- , sale aneka rasa harga Rp.2.000. Karena harganya yang murah dan terjangkau akan lebih banyak peminat di bandingkan sale yang memiliki harga lebih mahal. Dalam pendistribusian, saya menggunakan sepeda motor yang telah saya beli

    Promosi

    Sebuah barang produksi tentunya akan di kenal luas bila ada promosi. Begitu juga dengan sale, di sini saya akan menggunakan banyak media promosi.Tujuannya untuk mengenalkan produk kepada masyarakat luas sehingga dapat menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Berikut ini media media yang akan saya gunakan

    1. Label

    Tiap 1 bungkus sale akan di berikan label dalam bentuk gambar yang merupakan ciri khas dari produk sale yang saya buat

    2. Door To Door

    Metode promosi ini saya akan menawarkan tetangga, teman, dan kenalan saya tentang produk saya. Dalam sistem promosi jenis ini, saya akan memberikan potongan harga/ diskon kepada pembeli yang membeli sale saya dengan jumlah banyak


    3. Media Internet

    Kemajuan teknologi saat ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk dijadikan media promosi. Dalam promosi jenis ini saya menggunakan beberapa sosial media seperti facebook, twitter dan juga melalui website


    e. Target Penjualan

    contoh proposal usaha

    Banyaknya sale yang dibutuhkan

    Sale original        : 150 kg : 7,5 = 20
                                Rp. 147.000 x 20 = Rp2.940.000,-
    Sale aneka rasa    : 180 kg : 7,5 = 24
                                Rp. 182.000 x 24 = Rp. 4.368.000,-+
    Total                    Rp. 7.308.000,-
    Harga kotor :       Rp. 11.155.000,00 – Rp. 7.308.000,00 = Rp. 3.847.000,-

    Biaya :

    Tenaga kerja :      Rp.800.000,-
    Promosi :             Rp.100.000,-
    Distribusi :           Rp.50.000,-
    Listrik :                Rp.30.000,-
    Lain-lain :            Rp.20.000,- +
    Total :                   Rp.1.000.000,-

    Pendapatan bersih     :Rp. 3.847.000 – Rp.1.000.000 = Rp. 2.847.000,-

    Keuangan dan Permodalan

    a. Penggunaan Modal Usaha

    Pengadaan Ruko         : Rp. 60.000.000,-
    Pengadaan Alat            : Rp. 601.000,-
    Pengadaan Bahan       : Rp. 9.826.000,-
    Pengadaan Kemasan  : Rp. 87.000,-
    Pengadaan Promosi    : Rp. 100.000,-
    Pengadaan Tambahan : Rp. 12.865.000,-
    Cadangan Modal           : Rp. 6.501.000,- +
    Total                               : Rp. 90.000.000,-

    b. Sumber Modal


    Modal Sendiri            : Rp. 60.000.000,-
    Modal Ibu                   : Rp. 30.000.000,-  +
    Total                           : Rp. 90.000.000,-

    c. Neraca 1/1-3



    Usaha Sale Pisang
    Neraca 1/1-3
    contoh proposal kewirausahaan


    Penutup



    Kesimpulan

    Sejalan dengan program pemerintah dalam rangka mengembangkan ekonomi nasional yang salah satunya adalah membangun kreatifitas usaha yang bersifat kemandirian maka melalui proposal ini kiranya dapat menjadi pertimbangan bagi para pemilik modal untuk mendukung program usaha kemandirian yang sudah secara detail dijelaskan mengenai gambaran terkait jenis usaha dan prospek dari usaha pisang sale ini & Sebagai wirausahawan yang baik tentunya kami sadar bahwa mungkin ada beberapa aspek yang diluar jangkauan kami namun secara umum kami menilai usaha ini memiliki prospek yang bagus karena memiliki aspek pendukung yang komplit dan bisa berjalan dalam jangka panjang dan sebagai salam penutup kami ucapkan terimakasih atas ketersediaan dan dukungannya


    Itulah contoh proposal usaha atau contoh proposal kewirausahaan yang dalam hal ini usaha pisang sale menjadi contoh usaha yang di bahas dan untuk sebagai referensi tambahan dalam membuat proposal usaha bisa juga anda baca di cara membuat proposal usaha

    Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO Later-Nah bagai mana sobat surat, sudah melihat dan membaca apa yang kami bahas diatas bukan. Jika memang ada kejanggalan anda bisa memberikan masukan bagi kami. Itu merupakan seklumit contoh format , unsur dan materi pokok yang dibutuhkan dalam pembuatan surat tersebut. Dan biasanya Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO Later itu sudah bisa anda praktekan secara yang langsung.Atau mungkin adan masih kurang dengan materi bahasan diatas langsung saja anda bisa membacanya di arikel selanjutnya,. Salam bahagia dan semoga bisa bermanfaat

    Contoh lanjutan :


    Share on Facebook
    Share on Twitter
    Share on Google+

    Related : Format Resmi Contoh Cara Membuat Proposal Usaha / Kewirausahaan bag.2 Standar ISO Later

    0 komentar:

    Posting Komentar